Minggu, 02 November 2014

HOBBY – MEMANCING, DARI MASA KE MASA

manc-kep1000Nglarastenan – Memancing, dimana telah kita ketahui bersama bahwa dunia mancing sudah ada sejak nenek moyang kita yang terkenal sebagai seorang pelaut. Petikan syair nenek moyangku seorang pelaut lebih kurang sebagai berikut:
nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa
angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b’rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai
mancing lautJadi, karena negara kita sudah sangat terkenal dengan dunia bahari sehingga sangat pas lagu tersebut untuk menginspirasi tentang semangat bangsa dari dulu kala. Lalu, siapa yang membangun Borobudur??? Kan katanya nenek moyang kita pelaut!!! Yah gitu aja di pikirn, suda lupakan!
Memancing adalah istilah/sebutan menangkap ikan dengan menggunakan umpan (memancing ikan untuk mendekat dan memakan), yang telah dilengkapi dengan mata kail. Memancing era jadul (jaman dulu) penulis sangat sederhana, modal mata kail dan kenur damil dengan umpan alami berupa cacing atau pun laron di musim hujan. Memancing jaman jadul sangat enak, ibaratnya tanpa modal karena di kali-kali kecil menyediakan ikan yang berlimpah dari lele kampung yang gurih nikmat, belut sawah, wader/benteur, uceng ataupun baby gabus juga kutuk.
Memancing di era jadul (masa kecil) bila tak mendapatkan kail, kita cukup membengkokkan peniti dan kalau mau kreatif bisa memipihkan dibuat seperti mancing suguhan. Jangan membayangkan memancing seperti jaman sekarang, memancing era penulis hanya menggunakan batang bambu yang telah di serut, yang diujungnya diikat dengan senar/kenur damil.
Penggulung senar (reel) pada masa kecil hanya impian, karena alat mancing modern masih sangat langka dan terbatas peredarannya. Jangan berfikir pula memancing era itu menggunakan pelampung bulu merak yang mahal, karena pada era itu pelampung cukup sandal jepil bekas yang dipotong dan diikat di senar.
Era jadul, masa kecil nglarastenan masih terngiang mancing hujan-hujan sore hari dengan target ikan lele, karena pada masa itu ikan lele akan sangat rakus dan keluar mencari mangsa disaat banjir tiba. Pulang kadang selepas maghrib, dengan serenteng ikan campur-campur di lidi daun kelapa yang di tusukan di insan ikan (makhlum jaman dulu gak kenal koja, korang tempat ikan seperti saat ini). Tidak hanya rentengan ikan yang didapat pulang mancing dimasak kanak-kanak, tapi sampai di rumah sudah pasti mendapatkan bonus kuliah tujuh menit dari orangtua.
Selain mancing selepas hujan, mancing paling berkesan ketika mancing belut dikala sawah akan disemai padi, karena lubang tempat belut berada sangat mudah dijumpai dan terlihat dengan jelas dan tentu tidak takut salah dengan lupang ular. Pokoke era kanak-kanak eranya kegembiraan, termasuk dunia memancing.
Dari masa lalu yang jadul kita meloncat ke jakin (jaman kini), yaitu memancing di era modern. Peralatan mancing modern dan bermacam-macam pernak pernik, dari yang sederhana sampai yang canggih dari yang hanya ribuan sampai jutaan rupiah. Baik, kita mulai mengenal alat-alat mancingnya satu persatu.
mancing-kenurKenur/Line/Senar:
Kalau di era jadul kita tidak banyak mengenal produk ini, selain belum popularnya mancing juga produsen alat ini yang terbatas, di era jadulyang cukup legendaris adalah kenur dengan merk damil, namun saat ini banyak tersedia pilihan kenur baik mono maupun braided/pe (polyethilene), kenur  untuk fly fishing dan lain-lain, bahkan neklin pun tersedia berbagai ukuran untuk ikan-ikan bergigi tajam
seperti bawal/pacu, tenggiri, baracuda, dan lain-lain.
mancing-reelReel / penggulung senar/kenur:
Era nglarastenan dimasa balita tidak mengenal reel, tapi hanya seutas kenur yang di ikat di ujung joran dan ujung satunya langsung diikat di mata kail dan ditengah diikat pelampung sendal jepit, ataupun kalo ada spare kenur paling-paling pake kaleng atau bambu untuk kelosannya.
Saat ini penggulung kenur sudah sangat beragam dengan harga dari ribuan sampai jutaan rupiah. Untuk merk lokal, kita bisa membeli penggulung ini dengan harga mulai 20 ribu rupiah, namun bagi para mania mancing tentu merek-merek dengan kualitas terbaik menjadi koleksinya, seperti Shimano dan Daiwa.
Shimano misalnya, produk high-end merek ini mencapai angka sepuluh juta lebih, demikian juga dengan Daiwa. Sebenarnya ada juga reel high-end tapi kurang popular dimata para pemancing, seperti Accurate yang harganya juga cukup menguras kantong.
Penggulung kenur ini juga ada beberapa type, reel untuk spinning, casting, fly atau over-head, jadi disesuaikan dengan kepentingan dan joran/rod yang akan digunakan, misal reel popping dengan tingkat gulung kenur yang cepat, ataupun reel untuk ngoncer ikan hidup, atau di seri Shimano lebih sering kita dengar dengan nama reel baitrunner.
mancing-flyrodJoran/Rod:
Sama dengan reel, joran juga sangat penting untuk eksekusi keberhasilan dalam memancing, karena joran yang baik akan membuat ikan cepat lelah dan mudah diangkat. Sebuah joran berkualitas harganya cukup membuat kantong tipis, karena mencapai puluhan juta rupiah. Jamannya penulis masih kecil joran cukup dengan walesan bambu, bahkan ada yang percaya bahwa joran yang di buat dari bambu untuk mengukur liang lahat akan ampuh, sering mendapatkan ikan (bertuah), meski penulis sendiri meragukan hal tersebut.
Negara pembuat reel atau joran paling terkenal, kuat, berkualitas tentu Jepang pioneernya. Mungkin terinspirasi dari kegemaran masyarakat Jepang yang sangat gemar mengkonsumsi berbagai macam ikan, seperti sashimi dan lain-lain. Selain reel, Jepang juga mempunyai hand-made joran yang mumpuni, terutama untuk popping, Carpenter. Joran ini selain enteng mempunyai kualitas yang cukup baik, karena sang empunya adalah penggila mancing. Selain Jepang, banyak joran berkualitas besutan Amrik, seperti G-Loomis, Smtih, dan lain-lain.
Kenapa harga joran bisa selangit, bahkan bisa dibandingkan dengan stick golf? Karena bahan yang berkualitas, seperti ringan dan kuat menjadi spesifikasi untuk joran, seperti carbon, titanium ataupun cincin/ring-guide (kolongan kenur) mesti dari keramik berkualitas aga mampu menahan gesekan yang kuat dari kenur, terutama kenur braided.
mata kailMata Kail:
Mata kail sangat penting dan merupakan benda utama untuk memancing. Meski keliatannya simpel dan kecil, berhasil tidaknya memancing kadang tergantung juga dengan kualitas mata kail yang berkualitas. Biasanya mata kail meski harganya tidak selangit, harus berbahan yang berkualitas seperti mengandung carbon dan campuran yang seimbang, sehingga menghasilkan mata kail yang tajam, kuat (tidak mudah patah dan lurus). Produsen mata kail yang cukup terkenal saat ini antara lain owner, gamagatsu dan lain-lain.
Jenis mata kail juga beragam, seperti single hook (mata kail tunggal), treble hooks (atau mata kail tiga) ataupun mata kail garong (untuk mancing baronang, atau ikanbermulut kecil lainnya).
IMG00034-20110112-1031Pelampung:
Bukan pelampung untuk orang seperti jaket, tapi pelampung yang dimaksud adalah pelampung untuk mendeteksi bahwa umpan kita telah dimakan oleh ikan (target mancing), Jadi dengan pelampung memudahkan kita mengidentifikasi.
Pelampung ini juga banyak ragam, mulai dari pelampung bulu merak, pelampung plastik dan lain sebagainya, tergantung situasi dan kebutuhan. Pelampung bulu sangat cocok untuk memancing ikan mas, tetapi pelampung gantung atau pelampung bola biasanya cukup baik untuk memancing ikan baronang dengan medeteksi getaran. Selain memakai pelampung, memancing bisa juga dengan cara gelosor, yaitu memancing tanpa pelampung dengan mendeteksi ikan di makan dengan cara mengidentifikasi gerakan kenur, atau terikan ikan melalu kenur langsung.
mancing-timahTimah/Pemberat:
Timah berguna untuk membuat umpan kita sampai kedasar (tenggelam), sehingga bisa mencapai keberadaan ikan yang akan kita pancing. Timah tidak mutlak, namun sangat wajib untuk mancing dasar (dilaut) ataupun glosor (galatama ikan mas, dan patin).
Persiapan peralatan tersebut diatas sudah sangat cukup untuk memancing ikan, baik di laut, maupun di empang dan juga alam liar, tinggal kita sesuaikan dengan kekuatan target ikan yang akan kita pancing, meski tidak mutlak.
Contoh, untuk mancing di empang harian maka kita cukup dengan peralatan pancing yang sederhana, reel ringan joran yang cukup dan tidak berlebihan (sesuai), misal dengan reel klas 1000 sampai dengan 3000 sudah cukup dengan joran berkekuatan 4lbs – 14lbs. Untuk mancing target ikan besar di laut lepas dengan potensi strike ikan besar maka peraltan dengan reel, rod, hook serta line yang kecil tidak sesuai dengan alat tadi tadi, apalagi kalau kita harus me-release ikan tangkapan kita.
Selain mancing gratis di alam liar seperti masa keemasan penulis diwaktu kecil, saat ini mancing bisa bermodal yang cukup besar, selain modal peralatan juga modal untuk mengikuti suatu acara mancing, baik galatama (ikan tidak diabwa pulang) atau pun lomba harian. Contoh, beberapa tahun yang lalu penulis pernah menjadi penonton dan saksi lomba galatama ikan mas dengan tiket 20 juta, diman ikan tidak dibawa pulang dan peserta datang dari luar kota, bahkan luar pulau seperti Kalimantan dan Sumatera, atau daerah lain.
Bahkan kemaren pada hari minggu, di kolam lomba harian dekat rumah mengadakan lomba yang biasanya hanya diadakan dalam satu tahun dua kali saja dengan tiket per peserta mencapai 5,5 juta rupiah. Karena harian, maka ikan yang di tebar dan kena pancing menjadi hak pemancing untuk dibawa pulang dibagi-bagikan ke tetengga, akrena gak mungkin wng dapetnya banyak. Dengan tiket tersebut, ikan ramai yang ditebar mencapai 3,3 ton dan ikan induk 88 ekor dengan bobot bervariasi, jadi total lebih kurang 4 ton dalam satu kolam.
Masih percaya nenek moyang kita seorang pelaut kan??? Penulis sih tetep masih fifty-fifty, karena kalau
pelaut kan harusnya penulis bisa berenang, tapi ternyata tidak, penulis hanya modal nekat untuk mancing ke laut, karena selain tidak bisa berenang juga jawara mabok laut, dan konsumsi ikan masyarakat yang katanya negara bahari belum tidak ada apa-apanya dengan Jepang yang sumberdaya alamnya tidak seberapa dibandingkan kita. Nah, mari galakkan kembali makan ikan dan biar ringan, mari kita pergi mancign bersama-sama. end/kd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate